Selasa, 28 Mei 2013

Jalinan Kenang

Hari itu Minggu
Anak-anak mentari menari riang
Melompat semangat ke muka bumi
Diiringi senandung alam

Di balik atap rumah Tuhan kami berhadapan
Baru bersua pertama kalinya
Dan hanya saling melempar senyum
Aku pun tak tahu apa yang harus kuperbuat

Kau menerimaku dengan sepenuh hati
Aku masih tetap berdiri
Ku tahu aku bukan siapa-siapa
Namun mengapa kau mau berbagi denganku?

Rumahmu dari batu bata tanpa warna
Ku tengok ke atas, atapmu dari genting
Bahkan matahari pun bebas masuk tanpa permisi
Kau persilakanku menginjakkan kaki di tempat kau berteduh

Kau berikan segala yang kau miliki
Bahkan harta paling berhargamu
Hanya untuk menyambut dan membahagiakan diriku
Aku yang bukan siapa-siapa

Keadaan ekonomi dan ladang padi yang kau derita
Kau sembunyikan di dalam peniti
Tak ingin aku ketahui
Terlebih hingga aku merasa tak nyaman

Dengan tubuhmu yang mungil dan sudah tua meronta
Kau kerahkan seluruh tenaga untuk kami semua
Tak mau berhenti berusaha selagi darah masih tersisa
Kau berkata dirimu untuk kami semua

Aku dalam duniamu melangkahkan kaki ke depan
Belajar berdiri tegak dalam kehangatan dan kedamaianmu
Kekeluargaan dan keramah-tamahan
Kau tawarkan dari hati terdalammu
Merasuk dalam ke sanubariku

Kita berjalan bersama menembus samudera dan kabut
Tak terasa sudah sangat larut
Jarum detik berlari sangat kencang
Yang tersisa hanya canda tawa dan suka-duka beribu makna

Pada akhirnya kita mesti bercerai
Kita memohon pada malam itu
Belum puas benar serah-menyerah
Biarlah sang surya yang memecah detik ini dengan perisainya

Air mataku mengalir deras
Menggenang di hati terdalamku
Tak sanggup melihat kenyataan hari esok
Terlebih karena aku belum bisa memberikan apa-apa
Ingin aku memberikan apa pun yang kumiliki untukmu pula

Ku tahu kau mengharapkan kehidupan yang cemerlang
Terbebas dari segala badai yang menerpa
Dan hanya melihat emas permatamu
Bersinar menyinari dunia ini
Namun apa daya yang dapat kuperbuat

Aku hanya manusia biasa yang bukan apa-apa
Tapi ada dua hal yang kupunya
Doa tulus kepada Bapa di Surga
Agar kau selalu diberkati dan bahagia
Dan segenap cinta dari lubuk hati terdalamku
Hanya untuk dirimu

Jangan kita berhenti di sini
Meski kadang benda usang dilupa
Jangan biarkan jalinan kenang ini halus merapuh
Ijinkan aku menggenggam erat benang ini
Agar tidak menyelubung nyesak penyesalan


Angie Michaela Marella
2011
Inspired by self-experience 
Santa Ursula BSD's Live In

Tidak ada komentar:

Posting Komentar