Hari
itu Minggu
Anak-anak
mentari menari riang
Melompat
semangat ke muka bumi
Diiringi
senandung alam
Di
balik atap rumah Tuhan kami berhadapan
Baru
bersua pertama kalinya
Dan
hanya saling melempar senyum
Aku
pun tak tahu apa yang harus kuperbuat
Kau
menerimaku dengan sepenuh hati
Aku
masih tetap berdiri
Ku
tahu aku bukan siapa-siapa
Namun
mengapa kau mau berbagi denganku?
Rumahmu
dari batu bata tanpa warna
Ku
tengok ke atas, atapmu dari genting
Bahkan
matahari pun bebas masuk tanpa permisi
Kau
persilakanku menginjakkan kaki di tempat kau berteduh
Kau
berikan segala yang kau miliki
Bahkan
harta paling berhargamu
Hanya
untuk menyambut dan membahagiakan diriku
Aku
yang bukan siapa-siapa
Keadaan
ekonomi dan ladang padi yang kau derita
Kau
sembunyikan di dalam peniti
Tak
ingin aku ketahui
Terlebih
hingga aku merasa tak nyaman
Dengan
tubuhmu yang mungil dan sudah tua meronta
Kau
kerahkan seluruh tenaga untuk kami semua
Tak
mau berhenti berusaha selagi darah masih tersisa
Kau berkata
dirimu untuk kami semua
Aku
dalam duniamu melangkahkan kaki ke depan
Belajar
berdiri tegak dalam kehangatan dan kedamaianmu
Kekeluargaan
dan keramah-tamahan
Kau
tawarkan dari hati terdalammu
Merasuk
dalam ke sanubariku
Kita
berjalan bersama menembus samudera dan kabut
Tak
terasa sudah sangat larut
Jarum
detik berlari sangat kencang
Yang
tersisa hanya canda tawa dan suka-duka beribu makna
Pada
akhirnya kita mesti bercerai
Kita
memohon pada malam itu
Belum
puas benar serah-menyerah
Biarlah
sang surya yang memecah detik ini dengan perisainya
Air
mataku mengalir deras
Menggenang
di hati terdalamku
Tak
sanggup melihat kenyataan hari esok
Terlebih
karena aku belum bisa memberikan apa-apa
Ingin
aku memberikan apa pun yang kumiliki untukmu pula
Ku
tahu kau mengharapkan kehidupan yang cemerlang
Terbebas
dari segala badai yang menerpa
Dan
hanya melihat emas permatamu
Bersinar
menyinari dunia ini
Namun
apa daya yang dapat kuperbuat
Aku
hanya manusia biasa yang bukan apa-apa
Tapi
ada dua hal yang kupunya
Doa
tulus kepada Bapa di Surga
Agar
kau selalu diberkati dan bahagia
Dan
segenap cinta dari lubuk hati terdalamku
Hanya
untuk dirimu
Jangan
kita berhenti di sini
Meski
kadang benda usang dilupa
Jangan
biarkan jalinan kenang ini halus merapuh
Ijinkan
aku menggenggam erat benang ini
Agar
tidak menyelubung nyesak penyesalan
Angie Michaela Marella
2011
Inspired by self-experience
Santa Ursula BSD's Live In
Tidak ada komentar:
Posting Komentar