Rabu, 11 Desember 2013

Tanpa Mimpi, Orang Seperti Kita Akan Mati

Berapa harga perjalanan dari Belitong menuju Sorbonne, Perancis? Mungkin kita butuh minimal 500 Euro untuk  bisa sampai di Sorbonne. Tapi Ikal dan Arai hanya butuh mimpi untuk bisa sampai, bahkan bersekolah di Universitas Sorbonne!

M
impi? Omong kosong. Itu hanyalah teori. ‘Mimpi bisa membawa kesuksesan’ hanya terjadi dalam cerita-cerita saja, bukan dalam kehidupan nyata. Mana mungkin hanya dengan bermimpi kita dapat sukses? Mungkin itulah yang sering terbesit dalam benak kita. Cerita di atas memang diambil dari sebuah novel, yakni Sang Pemimpi, namun apa yang dikisahkan dalam buku tersebut merupakan kisah nyata dari penulisnya, Andrea Hirata.
              Mimpi tanpa tindakan memanglah omong kosong, bagaikan sebuah mobil tanpa bahan bakarnya. Mimpi laksana komponen-komponen sebuah mobil yang telah ada, di mana komponen-komponen tersebut akan dirakit dengan seksama sesuai dengan rencana dan tujuan awal pembuatan komponen-komponen tersebut. Mimpi adalah sebuah awal bukan akhir. Awal di mana banyak kesuksesan menunggu pada akhirnya. Mimpi tersebut harus dipikirkan  dan direncanakan dengan matang, lalu dilaksanakan tahap demi tahap dengan baik.
              Susan Boyle menjadi salah satu bukti nyata kesuksesan yang berawal dari mimpi. Susan Boyle adalah pemenang kedua Britain’s Got Talent pada tahun 2009 yang sekarang telah menjadi penyanyi profesional. Perjuangannya meraih mimpi menjadi penyanyi professional memanglah tidak mudah. 47 tahun beliau berusaha memperjuangkan mimpinya yang beliau letakkan tak jauh dari keningnya, sehingga apapun yang beliau lakukan akan selalu mengingatkannya pada mimpinya. Layaknya sebuah pepatah dari sebuah film layar lebar Indonesia "Taruhlah mimpi 5 cm dari depan kening. Segala rintangan dapat kita hadapi, karena kita memiliki impian."
Mimpi tidak harus selalu besar. Mimpi dapat saja hanya berupa hal sederhana, misalkan mimpi dapat menjadi juara kelas. Tidak pernah ada kata salah pada mimpi. Tidak ada kata tidak mungkin atau ketinggian. Segalanya selalu MUNGKIN apabila ada mimpi, usaha, dan tekad yang kuat. Kembangkan pikiran dengan mimpi-mimpi yang akan menuntun kita untuk meraihnya. Hiduplah dengan mimpi atau jalanilah hidup dengan bernafaskan pada mimpi, bukan hidup dalam mimpi.
Mengapa jangan hidup dalam mimpi? Sebab hidup dalam mimpi seakan kita tidak sadar akan dunia nyata. Kita harus tetap hidup dalam dunia nyata dengan bernafaskan mimpi. Dalam hal ini, mimpilah yang akan menuntun, membimbing, mendukung, dan memotivasi kita dalam segala hal yang kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari di dunia  nyata. Mimpi akan terus membantu dan menemanikan kita di setiap langkah kaki dan setiap tangga yang kita naiki. Mimpi akan menguatkan kita pada setiap batu kerikil yang menghalangi kita.
Pepatah “tanpa mimpi, orang seperti kita akan mati” sangat perlu untuk kita renungkan. Mati dalam pepatah di atas memanglah tidak harus mati secara fisik. Tanpa adanya sebuah mimpi, kita tidak akan tahu arah  hidup kita, tidak tahu apa yang harus kita lakukan. Ironisnya bahkan kita tidak tahu sama sekali melakukan sesuatu untuk apa. Contoh sederhana, apabila kita tidak memiliki mimpi untuk hidup dengan tidak merasa kelaparan, akan membuat kita memiliki motivasi dan tujuan untuk makan. Secara lebih luasnya, kita akan berpikir untuk mencari uang atau pekerjaan demi membayai biaya hidup kita sendiri, termasuk makan di dalamnya. Apabila kita tidak tahu apa yang harus kita lakukan, kita akan hidup tanpa motivasi dan semangat yang dapat menyebabkan kita malas apabila diminta melakukan ini dan itu. Dengan adanya motivasi, kinerja kita untuk melakukan sesuatu akan lebih baik karena ada nafas mimpi dalam setiap tindakan yang kita lakukan. Tanpa adanya mimpi, sekecil apapun itu, kita tidak akan menjadi apa-apa, bahkan dapat mati secara fisik pula. Sebagai contoh, seorang gadis yang tidak memiliki mimpi dan motivasi hidup setelah diputuskan oleh kekasihnya, dapat mengakhiri hidupnya dengan membunuh diri. Padahal apabila ia memiliki mimpi untuk menjadi seseorang yang sukses atau mimpi bahwa ia akan menjadi sosok yang mandiri, masalah layaknya batu kerikil yang ditemuinya di perjalanan hidupnya, seperti diputuskan oleh kekasihnya, tidak akan menjadi penghalang bagi dirinya untuk meraih mimpinya.
Mulailah bermimpi dari sekarang. Tidak pernah ada terlambat untuk memulai. Masa depan adalah milik kita. Masa depan kita, siapa yang tahu? Masa depan kita, kita sendirilah yang merencanakan, menyusun, dan menjalaninya. Genggamlah mimpi dan harapan sembari berlari menuju masa depan yang lebih baik. Percayalah pada mimpi yang indah, sebab selalu ada harapan dan jalan yang tersedia apabila kita serius dan setia pada mimpi kita dan berusaha meraihnya.



Angie Michaela Marella

Tidak ada komentar:

Posting Komentar