Berapa harga perjalanan dari Belitong menuju
Sorbonne, Perancis? Mungkin kita butuh minimal 500 Euro untuk bisa sampai di Sorbonne. Tapi Ikal dan Arai
hanya butuh mimpi untuk bisa sampai, bahkan bersekolah di Universitas Sorbonne!
M
|
impi? Omong kosong. Itu
hanyalah teori. ‘Mimpi bisa membawa kesuksesan’ hanya terjadi dalam
cerita-cerita saja, bukan dalam kehidupan nyata. Mana mungkin hanya dengan
bermimpi kita dapat sukses? Mungkin itulah yang sering terbesit dalam benak
kita. Cerita di atas memang diambil dari sebuah novel, yakni Sang Pemimpi,
namun apa yang dikisahkan dalam buku tersebut merupakan kisah nyata dari
penulisnya, Andrea Hirata.
Mimpi tanpa tindakan memanglah omong kosong, bagaikan
sebuah mobil tanpa bahan bakarnya. Mimpi laksana komponen-komponen sebuah mobil
yang telah ada, di mana komponen-komponen tersebut akan dirakit dengan seksama
sesuai dengan rencana dan tujuan awal pembuatan komponen-komponen tersebut.
Mimpi adalah sebuah awal bukan akhir. Awal di mana banyak kesuksesan menunggu
pada akhirnya. Mimpi tersebut harus dipikirkan
dan direncanakan dengan matang, lalu dilaksanakan tahap demi tahap
dengan baik.
Susan Boyle menjadi salah satu bukti nyata kesuksesan
yang berawal dari mimpi. Susan Boyle adalah pemenang kedua Britain’s Got Talent
pada tahun 2009 yang sekarang telah menjadi penyanyi profesional. Perjuangannya
meraih mimpi menjadi penyanyi professional memanglah tidak mudah. 47 tahun
beliau berusaha memperjuangkan mimpinya yang beliau letakkan tak jauh dari keningnya,
sehingga apapun yang beliau lakukan akan selalu mengingatkannya pada mimpinya.
Layaknya sebuah pepatah dari sebuah film layar lebar Indonesia "Taruhlah mimpi
5 cm dari depan kening. Segala rintangan dapat kita hadapi, karena kita memiliki impian."
Mimpi tidak harus
selalu besar. Mimpi dapat saja hanya berupa hal sederhana, misalkan mimpi dapat
menjadi juara kelas. Tidak pernah ada kata salah pada mimpi. Tidak ada kata
tidak mungkin atau ketinggian. Segalanya selalu MUNGKIN apabila ada mimpi, usaha,
dan tekad yang kuat. Kembangkan pikiran dengan mimpi-mimpi yang akan menuntun kita
untuk meraihnya. Hiduplah dengan mimpi atau jalanilah hidup dengan bernafaskan
pada mimpi, bukan hidup dalam mimpi.
Mengapa jangan hidup
dalam mimpi? Sebab hidup dalam mimpi seakan kita tidak sadar akan dunia nyata.
Kita harus tetap hidup dalam dunia nyata dengan bernafaskan mimpi. Dalam hal
ini, mimpilah yang akan menuntun, membimbing, mendukung, dan memotivasi kita
dalam segala hal yang kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari di dunia nyata. Mimpi akan terus membantu dan
menemanikan kita di setiap langkah kaki dan setiap tangga yang kita naiki.
Mimpi akan menguatkan kita pada setiap batu kerikil yang menghalangi kita.
Pepatah “tanpa mimpi,
orang seperti kita akan mati” sangat perlu untuk kita renungkan. Mati dalam
pepatah di atas memanglah tidak harus mati secara fisik. Tanpa adanya sebuah
mimpi, kita tidak akan tahu arah hidup
kita, tidak tahu apa yang harus kita lakukan. Ironisnya bahkan kita tidak tahu
sama sekali melakukan sesuatu untuk apa. Contoh sederhana, apabila kita tidak
memiliki mimpi untuk hidup dengan tidak merasa kelaparan, akan membuat kita
memiliki motivasi dan tujuan untuk makan. Secara lebih luasnya, kita akan
berpikir untuk mencari uang atau pekerjaan demi membayai biaya hidup kita
sendiri, termasuk makan di dalamnya. Apabila kita tidak tahu apa yang harus
kita lakukan, kita akan hidup tanpa motivasi dan semangat yang dapat
menyebabkan kita malas apabila diminta melakukan ini dan itu. Dengan adanya motivasi,
kinerja kita untuk melakukan sesuatu akan lebih baik karena ada nafas mimpi
dalam setiap tindakan yang kita lakukan. Tanpa adanya mimpi, sekecil apapun
itu, kita tidak akan menjadi apa-apa, bahkan dapat mati secara fisik pula.
Sebagai contoh, seorang gadis yang tidak memiliki mimpi dan motivasi hidup
setelah diputuskan oleh kekasihnya, dapat mengakhiri hidupnya dengan membunuh
diri. Padahal apabila ia memiliki mimpi untuk menjadi seseorang yang sukses
atau mimpi bahwa ia akan menjadi sosok yang mandiri, masalah layaknya batu
kerikil yang ditemuinya di perjalanan hidupnya, seperti diputuskan oleh
kekasihnya, tidak akan menjadi penghalang bagi dirinya untuk meraih mimpinya.
Mulailah bermimpi dari
sekarang. Tidak pernah ada terlambat untuk memulai. Masa depan adalah milik
kita. Masa depan kita, siapa yang tahu? Masa depan kita, kita sendirilah yang
merencanakan, menyusun, dan menjalaninya. Genggamlah mimpi dan harapan sembari
berlari menuju masa depan yang lebih baik. Percayalah pada mimpi yang indah,
sebab selalu ada harapan dan jalan yang tersedia apabila kita serius dan setia
pada mimpi kita dan berusaha meraihnya.
Angie
Michaela Marella
Tidak ada komentar:
Posting Komentar