Sabtu, 30 Juni 2012

DI MANA


Hari itu, derai hujan membasahi bumi
Yang tampak hanyalah bening kristal
Aku duduk termenung melihat sekeliling
Bertanya-tanya pada rumput yang bergoyang

Kupandangi tetes air mata sang bumi
Kucari rembulan yang tak mau tampakkan diri
Ke mana pula seberkas terang sang surya
Kulihat langit hendak menangis perih

Begitu pun hancurnya diri ini
Menyaksikan keadilan terkalahkan
Oleh para penguasa elit
Nan penuh gaya namun kosong hati

Kini keadilan dipermainkan dengan uang
Kebenaran pun telah diobral
Kasih sayang dilelang
Dengan sejumlah kekejaman dan penindasan

Bagi mereka, uanglah Tuhan mereka
Hingga sampai hati
Mereka rampas dari tangan-tangan lemah
Untuk membeli keadilan

Tak terlintas setitik pun
Tuk menoleh ke bawah
Ke daerah yang mereka anggap kotor
Tuk sekedar berbagi sebutir nasi

Dibiarkannya begitu saja
Sekelompok orang tergeletak di jalan
Membanting tulang menempuh hari
Demi setetes  air tuk hidup

Di manakah keadilan berada
Ke mana Anda berlari, hai penguasa

Bukankah keadilan yang seharusnya kau kejar

Untuk hidupmu, negaramu, dan Tuhanmu


Di mana pula kebijaksanaan

Yang dulu ada dan kini sirna

Di manakah Daud-Daud masa kini

Yang siap bermain di meja keadilan


Angie Michaela Marella
Puisi Memperjuangkan Keadilan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar