Hari itu, derai hujan membasahi bumi
Yang tampak hanyalah bening kristal
Aku duduk termenung melihat sekeliling
Bertanya-tanya pada rumput yang bergoyang
Kupandangi tetes air mata sang bumi
Kucari rembulan yang tak mau tampakkan diri
Ke mana pula seberkas terang sang surya
Kulihat langit hendak menangis perih
Begitu pun hancurnya diri ini
Menyaksikan keadilan terkalahkan
Oleh para penguasa elit
Nan penuh gaya namun kosong hati
Kini keadilan dipermainkan dengan uang
Kebenaran pun telah diobral
Kasih sayang dilelang
Dengan sejumlah kekejaman dan penindasan
Bagi mereka, uanglah Tuhan mereka
Hingga sampai hati
Mereka rampas dari tangan-tangan lemah
Untuk membeli keadilan
Tak terlintas setitik pun
Tuk menoleh ke bawah
Ke daerah yang mereka anggap kotor
Tuk sekedar berbagi sebutir nasi
Dibiarkannya begitu saja
Sekelompok orang tergeletak di jalan
Membanting tulang menempuh hari
Demi setetes
air tuk hidup
Di manakah keadilan berada
Ke mana Anda berlari, hai penguasa
Bukankah keadilan yang seharusnya kau kejar
Untuk hidupmu, negaramu, dan Tuhanmu
Di mana pula kebijaksanaan
Yang dulu ada dan kini sirna
Di manakah Daud-Daud masa kini
Yang siap bermain di meja keadilan
Angie Michaela Marella
Puisi Memperjuangkan Keadilan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar